Tingginya tingkat penyebaran pandemi Covid-19 telah banyak menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan di kalangan masyarakat Indonesia. Pandemi covid-19 ini memiliki dampak yg cukup besar khususnya menurunnya produktifitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini tentu dapat mempengaruhi menurunnya persediaan pangan di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang.
Lalu apa yang bisa dilakukan seluruh element bangsa agar dapat turut andil dalam menjaga ketahanan pangan?
Komandan Depo Pemeliharaan 80, Kolonel Tek Iwan Agung Djumaeri, S.I.P. menjalankan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar perkantoran Depohar 80. Lahan yang luasnya 10.400 meter2 telah dibudidayakan dengan ditanami palawija seperti ketela pohon seluas 400 meter2, jagung manis dengan bibit hibrida Aster Sweet seluas 2000 meter2, jagung bibit hibrida bisi 2 seluas 5000 meter2 dan semangka bali flower di area seluas 3000 meter2, ini merupakan sebagai wujud kongkrit Depohar 80 dalam upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19.
Baru-baru ini Komandan Depohar 80 Kolonel Tek Iwan Agung Djumaeri, S.I.P., bersama tim ketahanan pangan Depohar 80 melakukan panen jagung manis di area 2000 meter2 sebanyak 2,1 ton dan semangka di area 3000 meter2 sebanyak 2,4 ton yang berasal dari lahan di belakang kantor Mako Depohar 80, Lanud Iswahjudi Madiun.
Hasil panen yang telah di capai sebagian besar dibagikan dan dinikmati oleh seluruh anggota dan keluarga besar Depohar 80. Sedangkan sebagian kecil lainnya di jual untuk proses pembudayaan berikutnya. Selasa (22/09/2020).



0 Komentar